Berdasarkan dokumen yang diterima CNNIndonesia.com, pembentukan LPI diklaim sebagai bagian dari penguatan aspek kelembagaan KPK.
KPK dianggap memerlukan lembaga eksternal khusus untuk menjalankan mekanisme saling mengawasi atau check and balances. LPI diusulkan dari internal dan tokoh eksternal KPK yang memiliki integritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk meningkatkan fungsi kelembagaan, KPK juga diminta meningkatkan kerjasama dengan lembaga penegak hukum dan lembaga lain seperti BPK, LPSK, PPATK, Komnas HAM, hingga pihak perbankan. Hal itu direkmondasikan agar pemberantasan korupsi berjalan optimal, terintegrasi, dan bersinergi.
Pertama, KPK dengan fungsi supervisinya diminta menempatkan Kepolisan dan Kejaksaan sebagai counterpartner yang kondusif agar pemberantasan korupsi dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Lihat juga:KPK Minta Dilibatkan Bahas Aturan Penyadapan |
Ketiga, KPK dalam menjalankan fungsi monitoring diminta membangun sistem pencegahan yang sistematis terhadap penyelenggara agar korupsi tidak terulang dan keuangan negara tidak disalahgunakan.
Sementara dalam aspek penganggaran, Pansus Angket meminta KPK meningkatkan dan memperbaiki tata kelola anggarannya sesuai dengan rekomendasi BPK.
Anggaran KPK juga diminta dioptimalkan untuk fungsi pencegahan, seperti untuk pendidikan, sosialisasi, dan kampanye antikorupsi. Hal itu diklaim untuk meningkatkan pemahaman dan harapan masyarakat terhadap korupsi.
KPK juga diminta untuk transparan dan terukur dalam proses pengangkatan, promosi, rotasi, hingga pemberhentian SDM KPK yang mengacu pada UU ASN, Kepolisian, dan Kejaksaan. (wis/gil)