Juru Bicara MK, Fajar Laksono mengatakan Abdul diberhentikan sementara karena diduga melakukan pelanggaran etik sebagai staf MK.
“Hal itu untuk kepentingan pembinaan, klarifikasi, serta penegakan kode etik pegawai MK dan peraturan disiplin PNS,” kata Fajar melalui pesan singkat, Kamis (1/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan belum memperoleh salinan surat keputusan pemberhentian sementara terhadap Abdul.
Fajar menjelaskan, Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK berwenang mengelola sumber daya aparaturnya sesuai dengan peraturan yang sah di internal MK. Termasuk pula ketika ada dugaan pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku. Kepaniteraan dan Sekretariat Jenderal MK berhak mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Untuk kepentingan tersebut, Saudara Abdul Ghoffar akan dibebastugaskan sementara dari tugas-tugasnya sebagai peneliti,” tutur Fajar.
“Yang tak boleh dicampuri oleh pihak mana pun,” katanya.
Ketua Hakim MK Arief Hidayat pernah mengatakan Abdul sakit hati terhadapnya karena tidak diberikan jabatan struktural. Abdul lalu mengadukan Arief ke Dewan Etik. Abdul ingin Arief mengklarifikasi apa yang disampaikan seperti yang diberitakan media massa.
“Begitu juga terhadap diri yang bersangkutan. Mekanisme atas konsekuensi sikap dan perilakunya dalam kedudukan sebagai PNS juga harus berjalan sesuai koridornya,” ujar Fajar. (wis/gil)