Melalui program itu, bayi baru lahir dapat langsung menerima enam dokumen kependudukan tanpa dipungut biaya. Anies terinspirasi dari pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil (dukcapil) di Amerika Serikat.
Enam dokumen itu yakni surat keterangan kelahiran dokter, nomor induk kependudukan (NIK) anak, kartu keluarga (KK) yang sudah tercantum nama dan NIK anak, akta kelahiran anak, kartu identitas anak, dan nomor identitas kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya, setiap anak yang baru lahir langsung mendapatkan akta kelahiran yang sudah memiliki NIK. NIK diintegrasikan dengan data keluarga, sehingga KK langsung bisa dicatat di rumah sakit.
Selain itu, NIK bayi akan terintegrasi dengan data BPJS. Dengan begitu, bayi yang baru lahir bisa menikmati fasilitas kesehatan BPJS.
Dalam operasionalnya, Disdukcapil menempatkan tenaga operator di rumah sakit. Sementara itu, pihak rumah sakit mengintegrasikan pelayanan akta kelahiran dalam pelayanan persalinan.
Disdukcapil kemudian mengintegrasikan database kependudukan secara online ke database BPJS Kesehatan dengan kunci akses NIK. Dengan demikian, bayi yang baru lahir dan telah mendapatkan NIK bisa mendapatkan jaminan kesehatan BPJS.
Kenangan di Amerika
Anies pun sedikit bercerita pengalamannya dulu saat mendampingi sang istri, Fery Farhati Ganis melahirkan putri pertamanya, Mutiara Baswedan di Illinois, Amerika Serikat belasan tahun silam.
Saat itu, dokter yang membantu kelahiran si sulung meminta Anies memotong tali pusarnya. Meski sempat tegang, Anies tetap melakukannya.
"Begitu lahir, dokter menyiapkan gunting untuk memotong tali pusar. Tahu-tahu, gunting diputar dan dikasih ke saya. Dokter meminta saya untuk mengguntingnya. 'Anda yang potong, it's your turn'" kenangnya.
Anies melanjutkan, menurut dokter itu, pemotongan tali pusar oleh ayah adalah simbol si bayi yang kini menjadi tanggung jawab orang tua sepenuhnya.
"Mulai hari ini bayi itu tanggung jawab Anda. Anda yang potong (tali pusar), Anda yang tanggung jawab," ucap Anies menirukan perkataan dokter.
"Dua hari kemudian, saya pulang dengan seluruh dokumen birth ceritifate. Mudah-mudahan di Indonesia begitu dan Alhamdulillah sekarang bisa," ujarnya. (pmg)