"Jokowi rentan terhadap isu primordial. Pada Pilkada DKI, muncul gerakan Islam kanan yang menilai kriteria pemimpin dari sisi agama. Kami prediksi akan menguat di Pilpres 2019," ujar Peneliti LSI Adjie Alfaraby pada jumpa pers di Jakarta, Jumat (2/1).
Hasil survei LSI tersebut diambil dari 1.200 responden yang menjadi sampel dan diwawancara tatap muka menggunakan kuesioner pada 7-14 Januari 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kubu lainnya, terdapat 32,5 persen menilai agama dan politik harus dipisahkan.
"Artinya kita lihat bahwa Jokowi belum terlihat ramah dalam isu agama dan politik. Ini akan mengancam secara elektoral," tutur Adjie.
Kata Adjie, dalam masalah ekonomi masyarakat memiliki suasana psikologis yang kurang baik.
Lebih dari setengah responden menyatakan harga kebutuhan pokok meningkat dan memberatkan, lapangan kerja sulit didapatkan, serta jumlah pengangguran semakin meningkat.
Di sisi lain, responden menyatakan kekhawatiran akan isu masuknya tenaga kerja asing, terutama dari China.
"Jika ketiga isu dikelola dengan baik, maka Jokowi akan semakin kuat dan sulit ditandingi. Namun kalau tidak, akan melemahkan Jokowi dan menguatkan capres lain," imbuhnya. (wis)