Pernyataan itu disampaikan menanggapi 'kartu kuning' yang dilayangkan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia kepada Presiden Jokowi.
"Seperti Presiden sampaikan mungkin ada baiknya juga teman-teman bem ini melihat langsung wilayah-wilayah tersebut," ujar Puan di Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi Ingin Kirim Ketua BEM UI ke Asmat |
"Mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI," kata dia, di Situbundo, Jawa Timur, seperti dikutip dari Antara, Sabtu (3/2).
Puan menjelaskan, Pemerintah sudah turun sejak lama di wilayah wabah campak dan gizi buruk itu.
"90 persen negara sudah hadir di sana dengan semua kementerian dan lembaga datang ke sana memperbaiki jalan, jembatan rakyat dan lain-lain," aku dia.
"Bagaimana mereka bisa menjaga kebersihan, jadi kita buatkan sanitasi atau air bersih yang ada di sana untuk bisa memperbaiki pola hidup mereka semua kementerian/lembaga datang ke sana bukan hanya datang kemudian ditinggal," jelasnya.
Puan meminta mahasiswa mengkritik Pemerintah secara konstruktif dengan cara melihat permasalahannya lebih dulu secara langsung.
"Mereka harus melihat banyak sekali persoalan di Indonesia ini yang harus dilakukan bersama-sama bahwa sebagai mahasiswa itu ingin melakukan suatu kritikan, saya berharap itu kritikannya kritikan membangun," tutup dia.