Indar, salah seorang warga yang rumahnya berseberangan dengan lokasi insiden, menyebut kecelakaan itu terjadi pada Minggu (3/2) sekitar pukul 05.00 WIB.
Ia mengaku mendengar bunyi kencang akibat ambruknya launcher girder crane. Saat itu, hujan tengah turun di lokasi kejadian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Operasional PT Hutama Karya (HK) Suroto sempat menyampaikan, pihaknya melarang pengerjaan proyek saat cuaca tidak bersahabat.
"Kalau hujan (pengerjaan) berhenti. (Kasus ini) pas mau kerja kayaknya tidak hujan, tapi tidak tahu persisnya," ucap dia.
Kasubdit Penyidikan Tindak Pidana Kementerian Ketenenagakerjaan Agus Subekti menduga ada bagian pengerjaan proyek yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur.
Lihat juga:Kronologi Crane Ambruk di Jatinegara |
Namun untuk jelas pelanggaran itu Agus belum mau menyebutkan. Termasuk juga, saat ditanya siapa pihak yang tepat untuk dimintai pertanggungjawaban.
Kemenaker bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memanggil kontraktor yang bersangkutan besok untuk membahas kasus tersebut.
"Oh saya tidak bisa menjawab. Itu besok aja nunggu hasil untuk dimintai keterangan. Pihak DKI yang manggil," ujarnya.
Anggota Komite Keselamatan Konstruksi Iwan Zarkasih mengaku belum berani menarik kesimpulan soal penyebab insiden itu.
"Saya kira itu (pengerjaan saat hujan) atau tidak nanti saat observasi penyebabnya apa," ucapnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar semua pihak dapat menunggu hasil investigasi. Hasil tersebut, kata dia, akan mengetahui penyebab kecelakaan, termasuk dugaan lalainya kontraktor hingga indikasi pekerja yang belum terlatih.
"Kami akan investigasi dari alat sampai wawancara para pekerja. Jadi kami tidak bisa men-judge dari waktu yang pendek ini," ungkap Iwan. (arh/gil)