Menurutnya, survei terhadap kandidat calon presiden maupun calon wakil presiden sah-sah saja dilakukan dalam perhelatan demokrasi elektoral.
"Ya, setiap survei bebas menyampaikannya, terserah saja," kata Hasto di kantor The Wahid Institute, Jakarta Pusat, Senin (5/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto berpesan bahwa lembaga survei juga harus transparan mengenai metodologi penelitian dan pengukuran yang dapat mempengaruhi hasil survei.
Hasto juga mengklaim bahwa rakyat telah merasakan manfaat kerja dari pemerintahan Jokowi.
"PDIP percaya bahwa survei yang faktual itu apa yang dirasakan rakyat terhadap pimpinannya," pungkas Hasto.
LSI Denny JA juga mencatat ada 41,20 persen responden atau hampir mayoritas memilih calon presiden selain Jokowi di Pilpres 2019.
"Sebagai petahana, itu suatu angka yang tidak terlalu ideal. Angka pemilih secara umum juga melirik capres lain," ujar Peneliti LSI Adjie Alfaraby pada jumpa pers di Jakarta, Jumat (2/1).
Terdapat empat nama kompetitor potensial Jokowi yang dinilai berdasarkan popularitas di masyarakat dalam survei tersebut. Nama-nama tersebut adalah Prabowo Subianto, Agus Harimurti Yudhoyono, Anies Baswedan, dan Gatot Nurmantyo.
Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error plus minus 2,9 persen. (wis)