Pecahkan Kaca Masjid di Tuban, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa

Martahan Sohuturon, CNN Indonesia | Selasa, 13/02/2018 12:23 WIB
Polisi sudah mengamankan pria paruh baya yang mengamuk dan merusak kaca masjid di Tuban dini hari tadi. Dari hasil pemeriksaan sementara diduga gangguan jiwa. Ilustrasi masjid. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra).
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pria paruh baya diketahui mengamuk dan melakukan perusakan di Masjid Jami Baiturrahim Tuban di Jalan Sumur Gempol, Kingking, Tuban, Jawa Timur pada Selasa (13/2) sekira pukul 01.30 WIB. Akibatnya, sejumlah kaca di masjid pecah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh, pria yang belakangan diketahui berinisial MZ (40) itu diduga mengalami gangguan jiwa.

"Hasil interograsi dan pemeriksaan sementara keluarga, pelaku itu mengalami gangguan kejiwaan yang mengakibatkan perilaku menyimpang," kata Frans saat dikonfirmasi, Selasa (13/2).
MZ datang ke Masjid Baiturrahim mengendarai mobil Toyota Kijang Innova H 8697 JQ. Dia datang dengan istri dan tiga anaknya serta satu orang sopir.


Kata Frans, awalnya MZ datang dan melakukan salat Ashar kemudian mengobrol dengan masyarakat sekitar pukul 16.00 WIB. MZ beserta rombongan meninggalkan masjid. Menjelang Isya, MZ dan rombongan kembali datang. Namun, MZ salat Isya tanpa mengikuti saf berjamaah lain dan membuat saf sendiri.

Frans melanjutkan, setelah salat Isya rampung, MZ beristirahat dan tak beranjak dari masjid.

Sekitar pukul 01.00 WIB, seorang warga bertanya kepada MZ perihal maksud dan tujuan kedatangan di Masjid Baiturrahim. Namun, MZ malah memukulnya.
Selang 30 menit kemudian, MZ merusak kaca Masjid Baiturrahim. Mendengar suara pecahan kaca itu, warga sekitar masjid langsung berdatangan.

Petugas kepolisian tiba di lokasi sekira pukul 03.00 WIB dan langsung mengamankan MZ.

Frans berkata, dari tangan MZ polisi menyita sejumlah barang seperti laptop, telepon genggam, perlengkapan tidur, satu unit mobil, dan sejumlah buku bertuliskan huruf Arab.

"Sampai saat ini masih belum diketahui motif dari pelaku dan masih dalam pemeriksaan Polres Tuban," kata Frans. (osc/osc)