Pria yang karib disapa Setnov itu tak menyangka Imas ditangkap lewat operasi tangkap tangan dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap. Menurut Setnov, Imas salah satu kader Golkar yang cukup berhasil memimpin Subang.
"Agak kaget juga ya dari Golkar, padahal sudah diinstruksikan sejak awal, sejak saya ada (jadi Ketum) sudah dikumpulkan. Apalagi ibu Imas tuh dia sangat berhasil belakangan," kata Setnov sebelum sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (15/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya saya juga kaget juga, menambah orang-orang (Golkar). Kita juga cukup prihatin, mudah-mudahan enggak ada tambah-tambah lagi," tuturnya.
"Jadi kami minta kader Golkar seluruh Indonesia seperti imbauan KPK supaya tidak terjadi lagi (suap) untuk urusan Pilkada," kata dia.
Sementara itu, Fayakhun ditetapkan sebagai tersangka suap pengurusan anggaran pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla) yang berasal dari APBN-P tahun anggaran 2016. Dia diduga menerima uang Rp12 miliar dan US$300 ribu atas jasanya mengawal anggaran. (osc)