Dalam kesempatan tersebut, Gus Mus justru menyentil tentang Undang-Undang Nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) yang saat ini memicu pro-kontra di kalangan masyarakat usai disahkan. Menurut Gus Mus, sangat lucu jika ada pejabat negara seperti anggota DPR bersikap antikritik.
"DPR itu kan wakil rakyat, majikannya ya rakyat. Kalau tidak mau dikritik, ya jangan jadi wakil, lebih baik jadi rakyat," ujar Gus Mus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada soal bahas Pilgub Jateng. Ngomong politik sama Gus Mus itu sudah sejak dari dulu, bukan ujug-ujug atau tiba-tiba. Tapi ngomongnya bukan soal blok sana, blok sini tapi soal pemerintahan yang baik, pesan dan catatan Gus Mus itu juga jadi pegangan bagi saya," kata Ganjar.
Usai pertemuan, Ganjar mengungkapkan inti pesan dari Gus Mus yakni mengingatkan agar jika menjalankan birokrasi tidak fakir.
"Pesannya Gus Mus itu selalu begitu, simpel tapi makjleb. Mengingatkan akan ada selalu manusia yang butuh, jika kebutuhan tidak terpenuhi, maka yang muncul adalah perilaku yang buruk. Ini harus dihindari," terangnya.
Ganjar-Yasin sengaja mengunjungi kediaman Gus Mus pada hari Jumat karena setiap hari Jumat di Ponpes Roudhotul Thalibin yang diasuh Gus Mus digelar pengajian rutin.