Masih Rawan Longsor, Jalur Puncak Belum Dibuka Total

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 17/02/2018 23:40 WIB
Masih Rawan Longsor, Jalur Puncak Belum Dibuka Total Perbaikan jalur yang terputus akibat longsor di Riung Gunung, Puncak, Jawa Barat. (CNN Indonesia/Andito Gilang)
Bandung, CNN Indonesia -- Jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat yang ditutup sejak Senin (5/2) lalu akibat longsor di sejumlah titik, sampai akhir pekan ini belum sepenuhnya bisa dilewati kendaraan lantaran masih rawan terjadi longsor.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto saat melakukan pengecekan lokasi longsor di Riung Gunung dan kawasan pohon pinus, Puncak, Cisarua, Jawa Barat, Sabtu (17/2), mengatakan kondisi rawan longsor disebabkan oleh curah hujan di kawasan Puncak masih tinggi.

"Jadi kenapa belum dibuka secara total, sebetulnya dari aspek keselamatan, itu yang diutamakan," kata Agung dalam keterangan tertulisnya.


"Daripada kita sudah buka full dengan beban yang cukup berat sementara curah hujan di wilayah Puncak juga masih tinggi. Maka kemungkinan kerawanan terjadi longsor lagi," ujarnya.

Jenderal bintang dua itu menyatakan jalur Puncak baru akan dibuka kembali setelah dinyatakan aman untuk dilintasi. Saat ini, proses perbaikan jalan sedang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Agung juga memastikan perbaikan jalan di kawasan Puncak akan selesai sebelum Lebaran 2018 mendatang.

Dari Cilegon, Tangerang, Banten, pengalihan arus lalu lintas telah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan yang diprediksi terjadi pada Minggu (18/2) sebagai imbas dari libur panjang Imlek 2569.

Pengalihan arus lalu lintas dilakukan terutama jika terjadi kepadatan di dalam jalan tol Tangerang-Merak.

Jika terjadi kepadatan arus lalu lintas di gerbang tol Cilegon Barat, maka kendaraan akan diarahkan keluar melalui gerbang tol Merak, lalu diarahkan menuju Anyer. Meski begitu, pengendara cenderung akan keluar melalui gerbang tol Cilegon Timur, lalu masuk ke Jalan Lingkar Selatan (JLS) Cilegon, kemudian langsung menuju Anyer.

"Manajemen lalu lintas ini bersifat situasional, jika terjadi kepadatan lalu lintas," kata Sunarto Sastrowiyoto, Direktur Teknik dan Operasi PT Astra Infra Tol Road, selaku pengelola jalan tol Tangerang-Merak.

Arus lalu lintas di jalan tol Tangerang-Merak diprediksi akan mengalami kenaikan 4,47 persen, atau dari 118 ribu kendaraan di hari biasa, menjadi 120 ribu kendaraan. Peningkatan ini karena banyak wisatawan yang akan berlibur ke pantai Anyer dan sekitarnya.

"Kondisi jalur dan marka jalan Ruas Tol Tangerang-Merak semuanya dalam kondisi baik. Meskipun terdapat pekerjaan penambahan lajur Ruas Cikupa-Balaraja, hal ini tidak mempengaruhi operasional jalan," ujar Sunarto.

Sedangkan PT ASDP Ferry Indonesia Cabang Merak, pada saat terakhir libur Imlek 2569, akan mengoperasikan 33 kapal Roll On-Roll Off (Roro).

Kapal Roro akan dioperasikan Minggu ini. Peningkatan penumpang diprediksi mencapai 5-10 persen.

PT ASDP Ferry Indonesia juga akan menambah loket untuk sepeda motor sebanyak 2 unit sehingga total berjumlah 6 unit, roda empat ke atas dari 8 unit menjadi 12 unit, loket penumpang dari 4 unit menjadi 9 unit.

"Kami telah melakukan sejumlah antisipasi, agar layanan terhadap pengguna jasa tetap maksimal. Di antaranya penambahan jumlah loket kendaraan dan penumpang, penggunaan armada berukuran besar, hingga percepatan waktu sandar kapal (port time)," kata Imelda Alini, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). (hyg)


BACA JUGA