Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengibaratkan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan seperti sopir angkot yang sedang mengejar setoran. Pemerintah lebih terfokus pada pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya.
Tulus mendesak pemerintah agar membentuk tim investigasi independen karena banyaknya proyek percepatan infrastruktur pemerintah yang mengalami kecelakaan. Tim itu juga wajib melakukan audit ulang terhadap proyek infrastruktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kecelakaan kerja di proyek infrastruktur kembali terjadi Selasa (20/2) dini hari. Tiang pancang tol becakayu ambruk dan melukai tujuh orang pekerja.
Menurut Tulus, tim ini khusus dibuat untuk mengaudit ulang proyek infrastruktur yang saat ini sedang berjalan.
"Jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi berulang," katanya, "Korban masal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi terjadi saat digunakan konsumen nantinya."
Kecelakaan konstruksi terhadap proyek infrastruktur yang terjadi secara beruntun, menurut Tulus, menjadi bukti nyata kegagalan konstruksi.
"Ini membuktikan proyek konstruksi tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten," ujar dia.