Rizieq Tak Ada di Daftar Penumpang, Ribuan Polisi Tetap Siaga

Feri Agus, CNN Indonesia | Rabu, 21/02/2018 07:10 WIB
Polres Bandara Soekarno Hatta tetap menyiagakan 3.500 personel untuk mengantisipasi kepulangan Rizieq Shihab yang dikabarkan mendarat hari ini. Suasana di Terminal Kedatangan 3U Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu, 21 Februari 2018. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi tetap menyiagakan ribuan personel di sekitar Bandara Soekarno Hatta meskipun telah mendapatkan informasi bahw nama Rizieq Shihab tidak ada dalam daftar penumpang pesawat rute Arab Saudi-Jakarta. Kemungkinan, Rizieq batal pulang hari ini.

Kapolres Bandara Soekarno Hatta, Komisaris Beasr Ahmad Yusef mengatakan sekitar 3.500 personel polisi disiagakan di area bandara.

"Kami tetap Siaga menjaga kamtibmas dan pelayanan kelanacaran. Penerbangan di Bandara Soekarno Hatta sebagai etalase negara yang harus kita jaga bersama," kata Ahmad dalam pesan singkatnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/2).
Menurut Yusef, polisi telah melakukan pengecekan manifest penerbangan Arab Saudi-Jakarta baik Garuda Indonesia maupun Saudi Airlines.


"Sebanyak tujuh penerbangan pada tanggal 20 Februari 2018, dan nihil atas nama Habib Rizieq maupun nama lainnya," kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga meminta masyarakat yang telah bersiap untuk menyambut Imam Besar FPI itu menjaga ketertiban di bandara.

"Kami sampaikan kepada masyarakat atas bantuannya untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak atas kepentingan perorangan dan kelompok-kelompok tertentu," kata dia.

Rizieq Shihab dikabarkan akan pulang ke Indonesia hari ini, setelah menetap di Arab Saudi sejak Mei 2017. Panitia penyambutan Rizieq Shihab telah dibentuk.

Ratusan orang juga telah berkumpul di Masjid Baitul Amal Cengkareng telah berkumpul sejak dini hari tadi untuk menyambut Rizieq Shihab di bandara. Mereka yakin Rizieq akan pulang hari ini.

Sementara Panitia Penyambutan belum dapat memastikan kepulangan Rizieq.

Sementara itu Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan sudah tak bisa berkomunikasi dengan Imam Besar Front Pembela Islam itu sejak pukul 22.00 WIB. Slamet percaya Rizieq sudah berada dalam pesawat yang membawanya ke Indonesia lantaran sudah tak bisa dihubungi.

"Sudah tidak aktif handphone beliau dan sesuai dengan keyakinan kami, kemungkinan besar beliau ada di pesawat sudah di penerbangan," kata Slamet di Masjid Jami Baitul Amal, Cengkareng, Rabu (21/2) dini hari.

Di masjid tersebut massa penyambut berkumpul sejak dini hari. Mereka menggelar salat subuh berjamaah sebagai bagian dari rangkaian penyambutan.

(ugo)