Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto mengatakan sosok pendamping Jokowi nantinya harus memiliki kriteria kepempimpinan yang punya pemikiran jangka panjang, baik untuk skala nasional maupun internasional dalam hubungan dengan negara-negara lain.
"Kami akan membahas tantangan kepempimpinan ke depan, sehingga kita memerlukan format kepempimpinan ke depan. Apalagi kita juga memiliki obsesi untuk menjadi pemimpin bangsa Asia-Afrika, sebagaimana dulu yang pernah digagas Bung Karno," kata Hasto di Jakarta, Selasa (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasto menegaskan, keputusan capres dan cawapres yang diusung partai berlambang banteng moncong putih ada di tangan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Koalisi juga jadi satu-satunya jalan bagi PDIP untuk ikut dalam kontes Pilpres 2019, mengingat PDIP kurang dari syarat ambang batas presiden atau presidential treshold, yakni 20 persen kursi di parleman atau 25 persen suara sah nasional pada pemilu sebelumnya.
"Pada akhirnya Ibu Mega akan menentukan capres-cawapres mana yang bisa saling bekerja sama. Didiskusikan juga bersama dengan partai yang mengusung mengingat berdasarkan keputusan MK kekuatan PDIP hanya 18,7 persen," ucap Hasto. (osc/gil)