Novel tiba di rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, sekitar pukul 15.50 WIB.
"Untuk keterangan nanti sama humas KPK. Sementara itu dulu. Saya mau salat dulu ya," ujar Novel kepada wartawan yang telah menantinya, Kamis (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata dia, Novel hampir tak pernah absen datang ke masjid itu. "Kecuali kalau nangkap orang."
"Kami kangen aja suasana salat berjemaah dengannya, dulu pasti berjemaah bareng, enggak pernah lepas terutama setiap salat subuh," kata Yasri Yudha Yahya, wakil ketua yayasan pengurus Masjid Jami Al Ihsan, kepada CNNIndonesia.com.
Masjid Jami Al Ihsan adalah salah satu saksi bisu penyerangan air keras kepada Novel. Tak jauh dari masjid tersebut, Novel disiram oleh orang tak dikenal saat dalam perjalanan pulang usai melaksanakan subuh berjemaah.
Kini Novel telah tiba di rumah setelah sempat beramah tamah dengan pimpinan KPK di Gedung KPK. Yasri mengaku tidak ada penyambutan khusus dari jemaah atas kepulangan Novel.
"Kami mendoakan selalu agar Novel kembali sehat dan penanganan kasusnya segera selesai," katanya.
"Sebagai warga dan pengurus yayasan masjid, kami sangat merindukan Novel karena dia sudah 10 bulan tidak berada di antara kami," ujar Yasri.
Ia juga diminta mengamankan barang bukti kejadian tersebut, saat Novel terbaring di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading.
"Kejadian itu tepat di bawah pohon nangka, depan kediaman Pak Wisnu," ujarnya. (wis/gil)