JK dilepas oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Panjaitan dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
JK diagendakan akan melawat di Afghanistan 27 Februari-1 Maret 2018. Dalam lawatannya ke Afghanistan, JK diagendakan menjadi pembicara tamu dan berbagi pengalaman dalam upaya perdamaian di Kabul Peace Process.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Wacana Cawapres JK Terganjal UU Pemilu |
Pekan lalu (12/2), JK menerima rombongan delegasi perdamaian Afghanistan, High Peace Council (HPC), yang hadir di Kantor Wakil Presiden Jakarta, dengan didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani.
"Indonesia dipercaya, atau bisa diterima, untuk bisa memberikan kontribusi terhadap proses perdamaiannya. Tadi mereka mengatakan sangat mengapresiasi komitmen Indonesia, kerja keras bahwa kita serius, dan setelah kita melakukan 'sounding' Indonesia juga dapat diterima oleh semua pihak," kata Retno usai pertemuan di Jakarta.
Komitmen dukungan perdamaian di Afghanistan juga telah dinyatakan oleh Presiden Joko Widodo melalui kunjungan kenegaraan ke negara tersebut pada 29 Januari 2018, yang merupakan kunjungan kedua Presiden Indonesia setelah Kunjungan Kenegaraan Presiden Sukarno pada 1961.