Menurut Sekretaris Desa Jayabakti Agus Muzamil, Rahmat tertangkap basah warga saat sedang menyusun batu di sungai Cidahu.
"Senin (26/2) sekitar jam 6 pagi, ada warga yang melihat Rahmat menyusun batu dan akhirnya dipanggil," kata Agus saat dihubungi CNN Indonesia.com, Rabu (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat hanya dimintai keterangan oleh aparat desa dan polisi.
Dikatakan Agus, selama ini Rahmat dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang berkomunikasi dengan warga. "Kerjaannya serabutan," kata dia.
Ketika ditanya aparat desa tentang motif Rahmat menyusun batu, kata Agus, Rahmat hanya mengatakan hal itu merupakan karya seni.
Awal Februari silam, masyarakat Cidahu sempat digegerkan dengan munculnya batu bersusun. Foto-foto batu tersebut diunggah netizen ke media sosial. Banyak yang mengaitkan batu tersebut dengan mistis.
Namun, ada juga yang mengaitkannya dengan komunitas rock balancing atau menyusun batu berbagai ukuran.
Rock balancing merupakan suatu hobi yang lazim dilakukan di seluruh dunia, mulai dari Inggris, Belanda, Kanada, Turki, hingga Taiwan.
Lihat juga:Mimpi Maluku Memiliki 'Jembatan Udara' |