"Kalau saya udah terlambat, harusnya 20 tahun yang lalu atau 15 tahun yang lalu. Kasih kesempatan yang lebih potensial," kata Surya Paloh di Makassar, Rabu (28/2).
Surya Paloh juga tak ingin gegabah menyodorkan calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Jokowi karena semuanya harus dikonsultasikan terlebih dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Enggak ada artinya Nasdem mencalonkan kalau memang itu kurang sreg, kurang pas, kurang sejalan, tidak ada harmonisasi untuk jalannya pemerintahan itu saya pikir itu langkah yang salah sekali. Untuk apa?," ucapnya.
"Ya bisa aja, nanti kita tanya lagi. Ini kan sekarang Wapres-nya kan orang Sulsel, Wapres-nya siapa yang dukung waktu pertama? Kan Nasdem," ucapnya.
"Kalau sekarang belum. Nanti kita tanya sama JK dulu, ada enggak potensi kita di Sulawesi Selatan," katanya.
Ketika ditanya potensi Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo, diusung sebagai penerus JK, Surya Paloh berkata, "Syahrul kita lihat nanti bagaimana kepemimpinannya. Nah kan kita tanya dulu, kalau memang yang lain-lain juga dibawah kapasitas Syahrul, kan lebih bagus Syahrul. Kemungkinan itu bisa aja."
Surya Paloh mengungkapkan bahwa Nasdem tak punya syarat muluk untuk mencari calon wapres yang akan mendampingi Jokowi.
"Nah kriterianya kan gampang sekali, basic sekali. Ya cerdas lah, punya kepribadian yang tetap dalam koridor etika kepantasan," katanya. (fzn/has)