"Dari Pemprov itu sebetulnya sudah sempat mengiyakan kok, saya ingat Pak Sandi pernah mengiyakan," kata Goverment Relation PT Nusa Kirana Dhiki Kurniawan, saat dihubungi melalui telepon, Kamis (1/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dhiki pun mengatakan tak masalah jika pihak Pemprov nantinya menolak 'kue' yang dibuat oleh perusahaanya itu. Pihaknya akan tetap melanjutkan program rumah tapak dengan sistem DP Rp0.
Dia menyebut skema Rp0 ini tidak akan merugikan. Lagi pula pihaknya bisa mendapat sponsor, layaknya 'kue' yang nantinya akan ditawarkan di 'pesta-pesta'.
Terlebih, imbuhnya, tak ada aturan yang dilanggar dalam hal program DP Rp0 yang digarap swasta.
"Bisa, saya lihat beberapa lokasi sudah pakai program ini juga kok," klaimnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bahwa program DP Rp0 di Rorotan bukanlah program Pemprov DKI. Ia meminta media untuk memeriksa hunian ini.
"Belum ada program itu. Yang kita sudah luncurkan, yang sudah diluncurkan (di Pondok Kelapa). Yang sekarang belum, belum ada," Rabu (28/2).
Namun demikian, ia mengakui rencana penjualan hunian tersebut belum bisa disebut sebagai program Pemprov DKI.
"Mereka (PT Nusa Kirana) mau mulai pemasarannya. Saya sampaikan, 'Silakan saja berjalan,' tetapi itu belum bisa diklaim sebagai program Pemprov karena belum ada sinkronisasi dari program-program yang kita luncurkan," aku dia, di Balai Kota, Jakarta, Rabu (28/2). (arh/sur)