Sandi bahkan telah memperkenalkan konsep OK OCE tersebut secara langsung saat memberikan pelatihan wirausaha di Posko Perjuangan Merah Putih Relawan Sudirman Said-Ida Fauziah di Pamularsih, Semarang, Minggu (4/3).
"Di sini kita sudah berhasil mempertemukan antara pengusaha IT pertanian dengan para petani. Mereka tadi rembukan, insya Allah bisa mensejahterakan masyarakat", kata Sandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Level Pak Dirman ini sudah internasional. Saya yakin dengan kapasitas yang dimilikinya dia mampu melakukan percepatan pembangunan di Jateng dengan fokus utama memastikan biaya hidup dan harga kebutuhan yang bisa dijangkau kalangan menengah ke bawah," ujar Sandi.
"Yang baik dan bermanfaat untuk rakyat banyak tidak ada salahnya kita ikuti. Saya rasa masyarakat Jateng juga ingin merasakan manfaat program seperti OK OCE di Jakarta," kata Sudirman.
Pasangan Sudirman Said-Ida Fauziah bertarung dengan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen yang diusung PDIP, PPP, NasDem, Demokrat, dan Golkar.
Di Jakarta sendiri, program OK OCE yang diusung Sandi sempat mendapat kritik dari anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Nur Afni Sajim, awal Januari lalu.
Dia mempertanyakan efektivitas program OK OCE dan menyebutnya sekadar berisi paparan lisan atau cuap-cuap.
Nur Afni yang mengaku menghadiri sejumlah pelatihan program kewirausahaan dari Dinas Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM) DKI itu, kecewa karena pelatihan yang diterima warga bukan pelatihan teknis berwirausaha.
"Latihannya itu, Bank DKI cuma memaparkan, 'Ini lho, saya punya pinjaman Rp5 juta sampai Rp50 juta dengan jaminan sertifikat rumah dengan bunga 13 persen'. Itu sama saja bohong," kata Afni dalam pertemuan Komisi B DPRD DKI dengan Kepala Dinas UMKM DKI Irwandi dan jajarannya, Selasa (9/1).
"Saya bingung, [OK OCE] ini pelatihan paling aneh yang pernah saya datangi. Kalau [pelatihan] Dinas Tenaga Kerja saya pernah datang, di sana melatih solder, merakit membenarkan HP, menjahit. Masuk akal," kata Afni.
Ia melanjutkan, "[OK OCE] Ini pelatihan cuap-cuap, Pak. Saya kontrol betul di Jakarta Barat." (dmr/wis)