Pada acara tersebut, Sandi mengimbau para pengusaha bergabung ke program OK OCE dengan daftar secara online atau offline di setiap kantor kecamatan. Sambil berguyon, Sandi mengajak warga untuk memulai bisnis demi menciptakan lapangan kerja, seperti di bidang kuliner dan kerajinan.
"Kemarin saya lihat bapak Ondel-ondel, kasihan amat gitu. Ondel-ondel kita harus mengamen. Kenapa kita tidak buat lomba ondel-ondel yang mukanya pak Anies Baswedan? Laku, pasti," ucapnya yang disambut gelak tawa hadirin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sandi menuturkan, Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan tingkat perekonomian DKI tahun 2018 akan lebih tinggi dibanding tahun lalu.
"Namun, kita harus memastikan bahwa angka enam persen ini bisa dibarengi dengan menciptakan lapangan kerja. Percuma kita tumbuh 7-8 persen tapi nyari kerja masih susah," katanya.
Mantan Direktur PT Adaro Energy itu mengatakan indikator kesejahteraan akan menjadi perhatian Pemprov DKI di tahun 2018 ini.
Tingkat kemiskinan DKI, kata Sandi, masih 3,78 persen per Agustus 2017 dan terendah di seluruh wilayah Indonesia. Namun, angka itu stagnan sepuluh tahun terakhir.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka sebanyak 7,1 persen dari 10 juta penduduk.
"Belum pengangguran terselubung. Saya memperkirakan pengangguran terselubung bisa di angka belasan persen dari 10 juta populasi, dari 7,5 juta angkatan kerja. Mungkin ada 750 ribu sampai 1 juta warga Jakarta yang tidak memiliki lapangan kerja," katanya.
(gil)