Hal ini disampaikan JK saat membuka acara seminar dan lokakarya nasional tentang masyarakat tangguh bencana yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI), di Jakarta, Rabu (7/3).
"Masyarakat harus dibudayakan dengan mitigasi, bagaimana memahami bencana tersebut," ujar JK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Pulau Simeuleu ada budaya, kalau bencana gempa langsung lari ke ketinggian. Sedangkan masyarakat yang tinggal di Aceh malah lari ke laut. Ini jadi pembelajaran kita semua," katanya.
Lebih lanjut Ketua Umum PMI ini menuturkan, masyarakat harus dibekali pengetahuan untuk menolong ataupun saat menjadi korban bencana. Sebab, dari pengalaman selama ini, masyarakat yang tertimpa bencana selalu merasa tak berdaya karena kehilangan harta benda.
"Maka dia harus diajari untuk selamatkan diri dan menghindari dari bencana," ucapnya.
Waspada Banjir
JK mengatakan salah satu bencana yang harus diwaspadai saat ini adalah banjir karena berdampak luas. Salah satu solusi untuk mencegah banjir, menurutnya, adalah melalui penghijauan.
"Intinya ada di hutan, tanaman. Sekarang banyak gunung gundul sehingga air langsung keluar yang menyebabkan banjir," katanya.
Upaya ini, menurut JK, masih menjadi pekerjaan rumah bagi tiap pemerintah daerah untuk menanggulangi bencana banjir.
Sementara itu Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Sumarsono mengatakan butuh kerja sama dari berbagai pihak untuk mengatasi permasalahan banjir. Tak hanya dari pemerintah maupun instansi yang berwenang, kata dia, masyarakat pun dapat berperan aktif menanggulangi banjir.