FOTO: Pusing oleh Sampah-sampah di Indonesia

Antara, AFP, Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 09/03/2018 09:46 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sampah mencemari sejumlah sungai di Indonesia dan mengancam kehidupan satwa. Sampah juga menimbulkan persoalan bagi manusia, terutama saat musim hujan.

Warga mengamati sampah yang menumpuk pasca banjir di Sungai Cikapundung Kolot, Cijagra, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (7/3). Setiap debit air turun, petugas dapat mengangkut sampah hingga 30 ton per hari yang terbawa aliran Sungai Cikapundung dan bermuara ke Sungai Citarum. (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Seorang pria menggunakan ponselnya seraya duduk di tempat yang sekitarnya sampah berserak usai banjir surut di kawasan bantaran Sungai Ciliwung, Jakarta, 8 Februari 2018. (AFP PHOTO / BAY ISMOYO)
Seorang anak terlihat di samping sampah-sampah yang dibuang di tepi sungai di salah satu sudut DKI Jakarta, 10 Januari 2018. (AFP PHOTO / BAY ISMOYO)
Foto ini diambil pada 19 Desember 2017 saat seorang turis asing sedang berdiri di antara sampah plastik berserak di pantai Kuta, Bali. Belakangan pariwisata Bali kembali dihantam isu sampah setelah seorang turis asal Inggris merekam sampah plastik saat menyelam di kawasan Nusa Penida. (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)
Sampah berserakan di muara sungai dekat Jembatan Kuning Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (9/2). Kurangnya kesadaran warga dalam membuang sampah menyebabkan kawasan wisata dan ikon Kota Palu itu menjadi jorok dan bau. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Seekor buaya berada di sekitar sampah ban bekas sepeda motor yang dibuang dan terdampar, di Muara Sungai Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (27/2). Selain mencemari sungai, keberadaan sampah itu juga mengancam kehidupan satwa. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Relawan membersihkan sampah yang tersangkut di bantaran Sungai Ciliwung, Depok, Jawa Barat, 25 Februari 2018. Kegiatan yang diselenggarakan Komunitas Ciliwung Depok bersama para pegiat lingkungan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga Sungai Ciliwung. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Petugas dengan alat berat (becko) mengangkut sampah yang menumpuk karena tersangkut di Jembatan KH Abdulah Syafe'i, Kampung Melayu, Jakarta, 6 Februari 2018. Kala itu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta berhasil mengangkut sampah sebanyak 700 ton dari aliran Sungai Ciliwung. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Seorang warga sedang mencari sampah yang bisa digunakan di antara sampah yang mengapung di sungai Citarum, Bandung, 3 Maret 2018. Sungai Citarum sempat membuat heboh dunia dengan sebutan sungai paling kotor sedunia. (AFP PHOTO / TIMUR MATAHARI)
Anggota TNI turut terjun melakukan operasi sungai Citarum yang mengalir dari kawasan Bandung selatan, Jawa Barat, 13 Februari 2018. Sungai Citarum yang mengalir dari Bandung selatan hingga bermuara ke Laut Jawa di Bekasi menjadi kotor karena sampah rumah tangga dan limbah industri. (REUTERS/Darren Whiteside)
Antrean truk sebelum bongkar muat sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Bandung, 28 Februari 2018. Badan Pengolahan Sampah Regional (BPSR) Jawa Barat mendata sampah yang dibuang ke TPA ini bisa mencapai 1500 ton per hari. (ANTARA FOTO/Khairizal Maris)
Petugas mengoperasikan alat berat untuk memindahkan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sukawinatan, Palembang, 7 Maret 2018. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Palembang mencatat jumlah sampah yang diangkut dari seluruh TPS meningkat menjadi 1.200 ton pada hari libur. (ANTARA FOTO/Feny Selly)
Sebuah truk melintas tumpukan sampah yang ditutup di kawasan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Pengelolaan TPST yang berada di kawasan Kota Bekasi ini berada di bawah koordinasi Pemprov DKI. (CNNIndonesia/Ramadhan Rizky)
Sejumlah anggota komunitas membuat 'Eco Brick' dari bahan sampah plastik saat kampanye bahaya sampah plastik di Surabaya, Jawa Timur, 4 Maret 2018. Kegiatan itu untuk mengedukasi masyarakat memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang berguna. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)