Laki-Laki kelahiran tahun 1993 itu ternyata juga memiliki target sendiri, yakni meledakkan bom di gedung MPR/DPR. Hal tersebut disampaikan Dodi ketika bersaksi untuk terdakwa dalang serangan bom Thamrin, Oman Rochman alias Aman Abdurrahman.
"Kalau saya (targetnya) gedung MPR/DPR," kata Dodi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Targetnya waktu itu ngobrol-ngobrol sama Dian Kedubes Rusia," ujarnya.
Lebih lanjut, Dodi mengaku belum memiliki keberanian untuk meledakan bom bunuh diri. Namun dia sempat menyebut jaksa penuntut umum merupakan contoh target pihaknya dalam meledakan bom.
Hal tersebut Dodi lontarkan ketika ditanya oleh jaksa mengenai hukum darah.
"Ya, kayak ibu gitu, yang harus dibunuh itu," kata Dodi.
"Saya targetnya?"
"Iya," kata Dodi santai menjawab pertanyaan jaksa.
"Waktu di Thamrin apa ada yang mirip dengan saya di sana?" timpal jaksa. "Enggak ada," tutur Dodi.
"Kenapa laksanakan bom thamrin?" tanya jaksa.
"Ya enggak tahu, tanya sama eksekutornya. Saya cuma diminta bikin chasing," jawab Dodi kembali.
"Karena pertama saya merasa ketidakadilan dan kedua dihalang-halangi ingin hijrah (ke Suriah)," tuturnya.
Meski demikian, Dodi mengaku tak mengenal Aman. Dia tahu Aman dari kakaknya yang membawa sebuah artikel yang menuliskan tentang khilafah. (wis)