Direktur Utama PAM Jaya Erlan Hidayat mengatakan wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa air PAM mayoritas berada di Jakarta Barat, antara lain Cengkareng, Tegal Alur, dan Kamal Muara.
"Kami mesti mengakui bahwa coverage Jakarta baru 60 persen. Artinya, enggak di semua daerah kami punya pipa yang ada airnya," kata Erlan di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Selasa (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Sandiaga Akui Rumahnya Masih Sedot Air Tanah |
Erlan mengkritik pemilik gedung pencakar langit di ibu kota masih menyedot air tanah sehingga menyebabkan penurunan permukaan tanah dan memicu kerusakan lingkungan.
"Di daerah yang sudah ada pipa dan airnya, mbok ya jangan ambil (air tanah) terus dong," ujarnya.
Pernyataan Erlan sekaligus menanggapi instruksi Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno agar PAM Jaya berinvestasi dalam membangun pipanisasi ke semua titik di ibu kota.
PAM Jaya pun tengah berupaya membangun jaringan pipa dan delapan water treatment plant (WTP) atau instalasi pengolahan air (IPA) di Buaran 1, Buaran 2, Pulo Gadung, Pejompongan 1, Pejompongan 2, Pesanggrahan, Taman Kota, dan Hutan Kota Penjaringan.
"Enggak banyak ya. Paling 3 sampai 5 persen (tambahan airnya), enggak banyak," ujarnya. (pmg/wis)