Heru yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu diduga membuat Laporan Kejadian Tindak Pidana Korupsi (LKTPK) dengan bukti palsu.
Selain Heru, Fredrich juga melaporkan Direktur Penyelidikan KPK Herry Muryanto ke Divisi Propam atas dugaan pelanggaran Peraturan Kapolri 14/2011 pasal 13 dan 14. Surat laporan ini telah disampaikan pada 8 Maret lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti bukti laporannya saya berikan ke hakim," katanya.
"Saya tidak buat laporan polisi karena saya di tahanan. Ini saya tembuskan ke semua penegak hukum," ucap Fredrich.
Dalam persidangan pekan lalu, Fredrich mengancam tak menghadiri sidang karena permohonannya tentang pemeriksaan poin praperadilan ditolak hakim.
"Saya bisa membuktikan laporan pemeriksaan versi KPK banyak palsunya. Kami minta dipanggil Aris Budiman, Heru Winarko, termasuk Agus Rahardjo (pimpinan KPK) yang menandatangani surat," katanya.
Fredrich sebelumnya didakwa merintangi penyidikan korupsi e-KTP bersama dokter RS Medika Bimanesh. Ia disebut merekayasa agar Setnov dirawat inap di RS Medika karena kecelakaan pada pertengahan November 2017.