FOTO: Mimpi Imigran Anak di Balik Jendela Rumah Pengungsi

Antara, CNN Indonesia | Selasa, 20/03/2018 22:10 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar 239 dari 1176 pengungsi dan pencari suaka di Pekanbaru, Riau merupakan anak-anak di bawah umur. Mereka belum mendapat akses pendidikan sepenuhnya.

Sekitar 239 dari 1176 imigran dan pencari suaka di Pekanbaru adalah anak-anak yang berumur di bawah 17 tahun. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Anak-anak imigran ini bersama keluarganya rata-rata sudah tinggal 4-5 tahun di Pekanbaru sejak meninggalkan negara mereka demi demi mewujudkan mimpi untuk kehidupan baru yang lebih layak. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Meski sudah bertahun-tahun di Pekanbaru, namun mereka belum kunjung mendapatkan persetujuan status suaka dari Indonesia. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Diakui keluarganya, hidup anak-anak pengungsi kini lebih baik di Indonesia karena jauh dari perang dan bisa bebas bermain menikmati masa kanak-kanak. (ANTARA FOTO/FB Anggoro).
Namun, kepastian mendapat akses ke pendidikan masih belum sepenuhnya mereka dapatkan. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Pendidikan untuk pengungsi anak hingga kini masih seadanya, seperti di rumah komunitas pengungsi di Kota Pekanbaru. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Sementara tenaga pengajar lebih banyak diisi sukarelawan dari sesama pengungsi yang punya latar belakang di dunia pendidikan atau guru. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Aktivitas belajar dan mengajar menggunakan salah satu ruangan di dalam rumah komunitas sebagai kelas. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Salah satu ruangan yang disulap menjadi kelas di rumah komunitas ini difasilitasi International Organization for Migration (IOM). (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Sudah saatnya semua pihak lebih memperhatikan pendidikan untuk pengungsi anak, karena tak ada satu pun anak di dunia ini yang bisa memilih seperti apa dan tempat dia dilahirkan. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)