Pernyataan itu merespons viralnya video di media sosial yang mengatakan ada telur palsu yang terbuat dari plastik.
Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto menuturkan pihaknya sudah melakukan penelitian di lapangan dan laboratorium untuk membuktikan hal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syamsul berucap telur yang berbentuk aneh dalam video-video yang viral belakangan ini adalah telur asli. Hanya saja ada perubahan bentuk akibat sudah tidak dalam kondisi prima lagi.
"Kemungkinan paling besar yang dikatakan itu bentuk kuningnya lembek, putihnya cair, itu karena terlalu lama usia telurnya jadi daya konsistensi telur menurun," ujar Syamsul.
Lihat juga:China Berdalih Beras Plastik untuk 'Display' |
Pasalnya isu ini akan memengaruhi tingkat konsumsi telur di Indonesia, kata Setyo. Kepala Bagian Humas Polri ini mrmaparkan saat ini tingkat konsumsi telur di Indonesia hanya 10,44 kilogram per kapita. Artinya setiap orang hanya mengonsumsi telur tak sampai satu kilogram tiap bulannya.
Dengan adanya isu ini, katanya, berpotensi semakin menurunkan tingkat konsumsi tekur di masyarakat Indonesia. Padahal telur adalah salah satu sumber protein paling murah.
"Juga akan menghantam industri ayam petelur. Yang terdampak bangsa kita akan rugi sendri," tutupnya.
(arh)