Beberapa ormas dan LSM yang terlibat dalam aksi ini di antaranya Migrant CARE, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), JBM, Human Rights Working Group (HRWG), dan Komisi Migran KWI.
Pantauan CNNIndonesia.com, ada puluhan orang berpakaian hitam yang berasal dari berbagai ormas dan LSM yang mengikuti aksi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saudi Arabia, pembunuh! Pembunuh!" seru Anis, yang kemudian disambut oleh peserta aksi.
"Hukuman mati tidak manusiawi. Arab Saudi tidak memberikan notifikasi," ucap dia.
Selain berorasi, para peserta aksi juga membawa spanduk besar dan sejumlah poster berisi tulisan-tulisan kecaman terhadap Arab Saudi. Misalnya 'Saudi Arabia, Please Stop beheading' dan 'Pekerja Migran Bukan Hewan Kurban!'.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan baru mengetahui kasus Zaini setelah hakim Arab Saudi menjatuhkan vonis mati pada November 2008.
Setelah itu, pemerintah melakukan upaya pendampingan hukum dan menunda eksekusi terhadap Zaini sampai tiga kali. Namun, eksekusi yang dilakukan Minggu (18/3) dilakukan tanpa pemberitahuan.
"Dari otoritas Saudi tidak pernah memberi notifikasi ditangkapnya Zaini Misrin pada tahun 2004 lalu baik ke KJRI di Jeddah maupun KBRI di Mekah," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Lalu Muhammad dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (19/3). (osc/sur)