Ini jadi capaian tertinggi bagi Utut selama bergelut di dunia perpolitikan. Jauh sebelum terjun ke dunia politik, Utut lebih dikenal sebagai salah satu olaharagawan terbaik yang dimiliki Indonesia dengan predikat 'Super Grand Master' di bidang olahraga catur.
Utut menorehkan prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Utut memiliki predikat sebagai pecatur Indonesia termuda yang menyandang predikat Grand Master pada usia 21 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utut baru masuk ke dunia politik secara terbuka pada tahun 2009 lalu dengan bergabung ke PDIP. Ketika itu ia melenggang mulus ke Senayan dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII yang meliputi Kebumen, Banjarnegara, dan Purbalingga.
"Karena punya keterampilan itu, saya yakin Utut bisa menganalisis secara strategis dan membuka kemungkinan peluang dalam satu atau dua langkah berikutnya," kata dia.
Selain itu, kata Wasisto, keterampilan Utut sebagai pecatur seharusnya dapat mengimplementasikan teori permainan dalam politik. Konsep itu merupakan suatu siasat/strategi dari seorang pemain, sebagai reaksi atas aksi yang mungkin dilakukan oleh pemain yang menjadi saingannya.
Hal itu dibutuhkan Utut dalam menghadapi perpolitikan di Indonesia yang penuh resiko atau bahkan ketidakpastian ke depannya.
"Utut bisa melihat peluang dan risiko langkah politiknya secara lebih jernih dan penuh kalkulasi matang tentang baik buruknya akan didapat," ujar dia.
"Utut harus bisa menganalisis "pion" atau secara simbolis untuk menerka dan memperhitungkan kuat lemahnya rival politik," kata dia.
Dari keterampilannya itu, kata Wasisto, Utut bisa menggunakan kemampuannya berstrategi untuk memperkuat soliditas diri dan fraksi di DPR agar tak gentar menghadapi lawan percaturan politik yang destruktif.
"Keterampilannya itu bisa menganalisis peluang politis seperti halnya memperkuat soliditas diri dan fraksi di dewan agar lobi-lobi politis lancar," pungkasnya. (osc/gil)