"Kalau dibilang mengganggu, ya sangat mengganggu," ujar dia, saat dihubungi, Jumat (23/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah yang melakukan korupsi siapa. Jangan dibalik-balik," cetusnya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Rumah Pergerakan Graha Gus Dur, Jakarta, Senin (5/2). (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) |
Jika terbukti bersalah, ia meminta kedua pejabat di Kabinet Kerja itu untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya.
"Kalau tidak terbukti ya direhabitasi namanya. Kan begitu," ujar Syarief.
Di sisi lain, Syarief hasan kembali menyampaikan bergabungnya Demokrat ke dalam koalisi PDIP masih sebatas wacana. Demokrat juga tidak menutup kemungkinan batal berkoalisi jika tidak menemui kesepakatan, terlebih adanya polemik saat ini.
"Ini kan kemungkinan. Kemungkinan itu kan bisa iya, bisa tidak. Lihat saja nanti," ucap dia.
Sebelumnya, Hasto mengatakan ada upaya yang mencoba menyeret persoalan e-KTP sebagai bagian tanggung jawab PDIP. Padahal saat proyek itu bergulir, kata Hasto, PDIP bukan bagian dari partai penguasa.
"Kami bukan dalam posisi designer, kami bukan penguasa," katanya.
"Dengan demikian tidak ada posisi politik yang terlalu kuat terkait dengan kebijakan e-KTP sekalipun," ujarnya. (arh/gil)
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di Rumah Pergerakan Graha Gus Dur, Jakarta, Senin (5/2). (