Di tengah aksi demo ojek online tersebut sempat terjadi kericuhan di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di dekat kantor Radio Republik Indonesia (RRI).
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, aksi ricuh itu dipicu 'razia' yang dilakukan massa terhadap sesama ojek online yang didapati sedang membawa penumpang. Pasalnya, terkait aksi hari ini para pedemo sepakat untuk tak menarik penumpang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula mereka menyoraki rekannya yang masih membawa penumpang itu dengan kata, 'kampungan, kampungan'. Lalu, beberapa di antara massa pedemo mendekati ojek online yang masih membawa penumpang tersebut.
Menanggapi gelagat ricuh terkait aksi 'razia', aparat polisi yang berada di sana untuk mengamankan demo ojek online pun turun tangan. Kondisi ricuh pun berhasil diamankan, dan pengemudi ojek online yang sempat 'kena razia' berhasil dihindarkan dari aksi pengepungan.
Dalam demo ojek online ini massa menggugat pemerintah menelurkan kebijakan yang mendorong rasionalisasi tarif ojek daring.
Sementara itu, sekitar lima orang utusan perwakilan pedemo diketahui telah diterima pihak Istana untuk bermediasi. Mereka masuk ke dalam istana sekitar pukul 11.30 WIB.
Berdasarkan keterangan salah satu pedemo, hasil dari mediasi di dalam istana itu akan disampaikan kepada para pedemo setelahnya. (kid)