"Pak Jokowi tentu kan peluangnya incumbent (petahana) besar, menjadi pertimbangan," kata Zulkifli di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/3).
Kendati demikian, PAN tetap akan melakukan penjajakan terhadap poros di luar partai pendukung Jokowi. Zulkifli mengklaim dalam membangun koalisi baik di poros Jokowi ataupun Prabowo, PAN tidak membicarakan posisi calon wakil presiden (cawapres) atau jatah menteri di kabinet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasalnya menurut Zulkifli, ada kecenderungan setiap partai menyodorkan nama ketua umumnya untuk disandingkan menjadi cawapres.
"Tentu nanti akan dibicarakan titik temu seperti apa, enggak bisa juga menang-menangan. Karena lain kalau kami bisa maju sendiri, sudah bablas itu. Tapi kan enggak bisa," katanya.
"Enggak ada itu kerja sama capres cawapres, kalau kami kerja sama bicara untuk kepentingan bersama memajukan Indonesia," katanya.
"Sekarang semuanya terbuka. Ke mana-mana, lihat saja semua partai, tapi Mei, April, rajutannya mulai kelihatan," ujarnya.
Saat ini, tiga partai politik, Demokrat, PKB dan PAN belum menentukan sikap untuk Pilpres 2019. Ketiga partai juga disebut-sebut menjadi partai politik yang akan membentuk poros ketiga.
Jumlah kursi ketiga partai mencukupi untuk mengajukan calon presiden. Demokrat memiliki persentase suara 10,2 persen atau kursi 10,9 persen, PAN (suara 7,7 persen atau kursi 8,8 persen), dan PKB (suara 9,0 persen atau kursi 8,4 persen). (dal/wis)