"Ya, masih [yakin poros ketiga] karena dialog kami dengan PAN kemarin masih seperti itu. Kalau makin banyak pilihannya makin baguslah," kata Hinca di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (28/3).
Hinca mengatakan komunikasi di level sekretaris jenderal dari tiga partai yaitu Demokrat, PKB dan PAN masih terus berjalan sejak terakhir digelar pada 9 Maret lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di level ketua umum, menurutnya juga masih menunggu momentum karena baik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sedang tidak berada di Jakarta.
"Kami terus berkomunikasi untuk melakukan dialog dengan tiga partai itu. Ini soal waktu saja," katanya.
"Tapi kita sambut baik kok, ke koalisi mana pun adalah baik agar rakyat ada pilihan, dan rakyat yang akan menentukan yang terbaik nantinya," kata Daniel dalam pesan singkat.
Daniel juga menilai kritik yang dilayangkan Amien kepada Jokowi bukan dalam tataran personal, melainkan terhadap kebijakan yang diambil pemerintah.
"Jadi mungkin saja ada kejutan PAN dukung Jokowi," kata Anggota Komisi IV DPR itu.
Sebelumnya, Zulkifli memberi sinyal bahwa PAN bakal bergabung untuk mendukung Presiden Joko Widodo di pilpres 2019, meski masih melakukan penjajakan terhadap partai-partai untuk berkoalisi.
"Pak Jokowi tentu, kan peluangnya incumbent (petahana) besar, menjadi pertimbangan," kata Zulkifli di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (27/3).
Saat ini, tiga partai politik, Demokrat, PKB dan PAN belum menentukan sikap untuk pilpres 2019. Namum ketiga partai disebut-sebut menjadi partai politik yang akan membentuk poros ketiga.
Jumlah kursi ketiga partai mencukupi untuk mengajukan calon presiden. Demokrat memiliki persentase suara 10,2 persen atau kursi 10,9 persen, PAN (suara 7,7 persen/kursi 8,8 persen), dan PKB (suara 9,0 persen, kursi 8,4 persen).