Ribuan Umat Kristiani Akan Rayakan Paskah Bersama di Monas

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Sabtu, 31/03/2018 11:12 WIB
Ribuan Umat Kristiani Akan Rayakan Paskah Bersama di Monas Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekitar dua ribu umat Kristiani akan memadati kawasan Monas untuk merayakan paskah bersama. Perayaaan ini akan digelar pada Minggu (1/4) pagi.

Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas Munjirin menyebut kegiatan Paskah tersebut akan dilaksanakan sejak Minggu dini hari. Adapun warga yang akan ikut dalam kegiatan ini nmenurutnya mencapai 2000 orang lebih.

"Lebih seribu, dua ribuan kalau yang didaftarkan panitia. Acaranya nanti dari jam 4 pagi sampai jam 8 atau 9 pagi," kata Munjirin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (31/3).


Kegiatan ini pun kata dia telah disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Panitia Paskah telah menyampaikan langsung surat permohonan penggunaan kawasan Monas ini kepada Anies sejak beberapa waktu lalu.
"Sudah (disetujui) sama Pak Anies," tegasnya.

Tak hanya menyetujui, menurut Munjirin, Anies pun kemungkinan besar akan hadir dalam perayaan keagamaan umat Kristiani ini bersama tamu undangan lainnya.

"(Harusnya) Datang, ada kok di rundown-nya," kata dia.

Dari jadwal kegiatan acara yang diterima CNNIndonesia.com kegiatan ini memang akan dihadiri oleh sejumlah petinggi.

Di antaranya Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Alshun, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Pangdam Jaya Mayjen Joni Supriyanto, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Anies Baswedan selaku Gubernur. Kelimanya pun diberi kesempatan untuk memberikan sambutan pada acara tersebut.
Lebih lanjut, Munjrin juga menyebut kegiatan ini tak diajukan oleh Gereja secara langsung, namun diajukan melalui Panitia Paskah Bersama II kepada Gubernur Anies Baswedan.

"Bukan (gereja) ini dari Panitia Paskah Bersama II," katanya.

Perayaan Paskah ini adalah kali kedua kegiatan keagaaman dirayakan di Monas setelah sebelumnya perayaan reuni alumni 212 dirayakan di Monas pada Desember lalu.

Kegiatan keagamaan di Monas ini memang bisa dilaksanakan setelah Anies merevisi Peraturan Gubernur Nomor 186 Tahun 2017 tentang pengelolaan kawasan Monas.

Anies dalam revisi itu mengizinkan kegiatan keagamaan dirayakan di Monas yang sebelumnya dilarang oleh pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok melalui Pergub yang sama sebelum direvisi Anies. (stu)