Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan empat WNA itu berasal Chile, Bulgaria, dan Taiwan.
Pengungkapan jaringan ini dimulai pada akhir Maret 2018 saat satpam sebuah bank di Jakarta Pusat menangkap WN Bulgaria, AVH. Ketika itu, tersangka masuk ke salah satu ATM untuk mengambil uang nasabah yang datanya sudah dicuri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari penangkapan tersebut, Nico mengatakan pihaknya menggeledah hotel yang ditempati oleh AVH. Pihaknya kemudian menyita uang senilai Rp18 juta.
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Alfinta menunjukkan kartu ATM bukti aksi skimming, Jakarta, Selasa (3/4). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Dari penangkapan itu, Nico mengatakan pihaknya melakukan pengembangan dan menangkap tiga tersangka lainnya di Jawa Tengah. Mereka adalah IVN yang merupakan warga negara Bulgaria, VO asal Chile, dan YMH dari Taiwan.
"Dari sana kami dapati Rp12 juta," imbuhnya.
Nico mengatakan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membentuk satgas dalam menyelidiki kasus skimming tersebut.
Lihat juga:Tips Hindari 'Skimming' di Mesin ATM |
Pada kesempatan yang sama, Kanit IV Subdit Resmob Polda Metro Jaya AKP Rovan menyebut bahwa ciri-ciri WNA yang biasa menjadi pembobol data ATM atau skimmer adalah pakaian mereka yang tertutup.
Barang bukti yang disita dari jaringan skimmer dari Eropa. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino) |
Mereka, katanya, biasa datang ke ATM dengan menggunakan topi, masker, baju lengan panjang, jaket, serta tas kecil.
"Kenapa mereka tutupi seluruh badan? Karena untuk menutupi ciri-ciri atau identitas baik itu wajah maupun identitas mereka orang bule. Lengan panjang itu kadang-kadang untuk menutupi jika mereka tato jadi tidak kelihatan ciri-ciri mereka," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, para skimmer ini bisa menghabiskan waktu selama 10 hingga 15 menit di mesin ATM.
(arh)
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Alfinta menunjukkan kartu ATM bukti aksi skimming, Jakarta, Selasa (3/4). (
Barang bukti yang disita dari jaringan skimmer dari Eropa. (