Politikus NasDem Nilai Puisi Sukmawati Ekspresi Seni

Ramadhan Rizki , CNN Indonesia | Rabu, 04/04/2018 06:35 WIB
Politikus NasDem Nilai Puisi Sukmawati Ekspresi Seni Politikus NasDem berpendapat puisi Sukmawati Soekarnoputri merupakan bentuk ekspresi karya seni. (Detikcom/Baban Gandapurnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johnny G Plate menilai puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia' merupakan bagian dari sebuah ekspresi seni.

"Saya waktu membaca sajaknya, melihat ini seorang seniman yang mengekspresikan seni-seninya. Itu merupakan manifestasi perasaannya," kata Johnny saat ditemui di DPP Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (3/4).

Selain itu, Johnny juga mengatakan bahwa setiap karya seni yang dihasilkan pasti menimbulkan pro dan kontra di dalam masyarakat.


Menurutnya, ketika orang lain melihat hasil karya seni dipastikan akan menimbulkan perspektif maupun pemahaman yang multitafsir, baik positif maupun negatif.

"Karya seni kalau dilihat dari sisi negatif ada banyak negatifnya. Tapi kalo karya seni dilihat dari sisi positif ada banyak sisi positifnya. karena karya seni adalah bagian dari auto kritik," kata dia.
Johnny secara tegas mengatakan hasil karya seni berbentuk puisi yang ditulis oleh Sukmawati tak bisa dicampurkan dengan politik.

Menurutnya, jika seni telah dicampuradukan dengan politik maka bisa merusak tatanan bangsa.

"Kalau semua masalah kehidupan masyarakat dibawa ke politik rusaklah bangsa ini. Kita harus menjaga bangsa ini supaya tetap kokoh," katanya.

Sebelumnya, Sukmawati menyebut kidung lebih indah dari azan. Hal itu disampaikan saat membaca puisi dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018.

"Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azanmu," ucap Sukmawati saat membacakan salah satu bait puisi berjudul "Ibu Indonesia".

Puisi itu dipermasalahkan oleh pengurus Persaudaraan Alumni 212 Kapitra Ampera dan sejumlah pihak. Siang ini, Sukmawati resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya atad puisinya tersebut.

Bola di Tangan Polisi

Politikus Partai Amanat Nasional Yandri Susanto mengatakan sebaiknya polemik soal puisi Sukmawati diserahkan ke ranah hukum.

Dia mengimbau agar masyarakat menyerahkan sepenuhnya ke polisi, dan tidak turun ke jalan untuk berdemonstrasi.

"Bola ada di pihak kepolisian dan ibu Sukmawati sendiri," kata Yandri di Kota Serang, Banten, Selasa (3/4).

Dia mendesak agar Sukmawati Soekarnoputri segera meminta maaf secara terbuka kepada umat muslim terkait puisinya, yang dianggap menghina agama Islam.

"Jadi sebaiknya ibu Sukmawati Soekarnoputri, mencabut dan minta maaf. Agar kehidupan berbangsa dan bernegara, dan antar golongan, ini bisa rapih dan tidak terkoyak-koyak," jelasnya.
(yan/ugo)