Kabur, Pelaku Perampokan Pondok Labu Diduga Hanya Satu Orang
Gloria Safira Taylor | CNN Indonesia
Kamis, 05 Apr 2018 21:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak kepolisian belum dapat memastikan berapa banyak jumlah pelaku dugaan perampokan disertai penganiayaan yang dilakukan di sebuah rumah di kawasan Pangkalan Jati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Kamis (5/4).
Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Stefanus mengatakan dugaan sementara pelaku berjumlah satu orang. Namun pihaknya belum dapat memastikan lantaran pelaku dalam peristiwa tersebut telah melarikan diri.
Pun demikian, dia juga belum bisa memastikan apakah ini perampokan disertai kekerasan atau murni penganiayaan yang menyebabkan orang tewas.
"Kabur, diduga pelaku satu orang. Belum bisa dipastikan apakah ini perampokan atau bukan, kita masih olah TKP," ujar Stefanus saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Stefanus mengatakan hal tersebut karena pihaknya masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi yang melihat peristiwa tersebut.
Meski demikian dia memastikan korban tewas dalam peristiwa itu berjumlah satu orang. Korban tewas diduga mengalami luka tusuk. Korban berusia 71 tahun dan merupakan pensiunan TNI AL.
"Korban jiwa satu, saat perampokan ada istri tapi sampai saat ini masih ini ya (syok),"tuturnya.
Peristiwa yang diduga perampokan disertai penganiayaan tersebut diketahui terjadi usai maghrib. Warga pun ramai mendatangi lokasi yang menjadi tempat perampokan tersebut. Namun pelaku sudah tidak ada di lokasi. (osc)
Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Stefanus mengatakan dugaan sementara pelaku berjumlah satu orang. Namun pihaknya belum dapat memastikan lantaran pelaku dalam peristiwa tersebut telah melarikan diri.
Pun demikian, dia juga belum bisa memastikan apakah ini perampokan disertai kekerasan atau murni penganiayaan yang menyebabkan orang tewas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Warga Padati Lokasi Perampokan Pondok Labu |
"Kabur, diduga pelaku satu orang. Belum bisa dipastikan apakah ini perampokan atau bukan, kita masih olah TKP," ujar Stefanus saat dihubungi CNNIndonesia.com.
Stefanus mengatakan hal tersebut karena pihaknya masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi yang melihat peristiwa tersebut.
"Korban jiwa satu, saat perampokan ada istri tapi sampai saat ini masih ini ya (syok),"tuturnya.
Peristiwa yang diduga perampokan disertai penganiayaan tersebut diketahui terjadi usai maghrib. Warga pun ramai mendatangi lokasi yang menjadi tempat perampokan tersebut. Namun pelaku sudah tidak ada di lokasi. (osc)