"Jadi gerakan #2019GantiPresiden harus di dukung dalam perspektif evaluasi terhadap pemerintah," kata Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade kepada CNNIndonesia.com, Kamis (5/4).
Andre berpendapat dengan munculnya gerakan ini, Jokowi semestinya mengevaluasi kinerjanya selama hampir empat tahun pemerintahan berjalan. Menurut dia, Jokowi dan jajarannya harus berkaca apakah janji-janji kampanye pada Pilpres 2014 sudah terpenuhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Andre, jika Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla belum merealisasikan janji-janji saat kampanye dahulu maka hal tersebut menjadi dasar rakyat tidak memilihnya kembali pada Pilpres 2019 mendatang. Andre menyebut gerakan #2019GantiPresiden, merupakan konstitusional melalui proses pemilihan langsung.
"Ini gerakan konstitusional dan jauh dari makar. Karena proses pergantian rezim yang gagal didorong melalui proses Pemilu," ujarnya.
Sebelumnya, di tengah acara Rapat Kerja Nasional Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra, kaus bertuliskan #2019GantiPresiden dijual dengan harga Rp75 ribu. Kaus dengan warna, hitam, merah, dan putih itu pun menjadi sasaran kader Gerindra untuk dibeli. (osc)