"Sekarang masyarakat sudah dewasa, sudah matang, sudah mengerti, bisa membeda-bedakan. Dan semuanya kalau mengkritik itu ada datanya, berbasis data dan bisa mencarikan solusi alternatif," kata Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018 di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4).
Menurut Jokowi, bangsa Indonesia masih memiliki pekerjaan besar dalam membangun infrastruktur di wilayah pelosok. Rintangan medan dan kendala di lapangan menjadi hambatan yang perlu diselesaikan bersama dalam pembangunan itu.
Lihat juga:Jokowi Minta Maaf Salah Kostum |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itulah betapa sulitnya geografis yang ada di Papua. Tetapi ya, harus kita bangun karena itu menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.
"Saya titip marilah kita bersama-sama kita awasi pembangunan infrastruktur, awasi kualitasnya. Pembagian Kartu Indonesia Sehat yang gratis, yang sekarang mencapai 92 juta itu juga diawasi," tambahnya.
Sementara pada 2018, target penerbitan sertifikat tanah naik 2 juta menjadi sebanyak 7 juta sertifikat dan 2019 hingga 9 juta.
Sebelumnya, Amien Rais sempat mengkritik Jokowi terkait sertifikat tanah. Dia menyebut program sertifikasi tanah sebagai bentuk pembohongan.
"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien awal Maret lalu. (stu)