"Karena sekarang ini 171 [daerah yang menggelar] Pilkada, baik [pemilihan] Bupati, Wali Kota, Gubernur, di seluruh tanah air, oleh karena ini saya mengajak para ulama ikut mendinginkan situasi, menyejukkan situasi, meluruskan hal-hal yang di bawah saya melihat, kadang-kadang, yang namanya politik, itu yang namanya kabar bohong, hoaks, fitnah, berseliweran," tutur Jokowi di Istana Bogor, Selasa (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan ini, Presiden mengumpulkan 96 ulama dan kiai Jawa Barat. Para tokoh agama itu berasal dari Kota Depok, kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta.
Saat bertemu dengan 100 ulama dari Jawa Barat yang berasal dari pimpinan pondok pesantren dan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/4), Jokowi mengaku akan membuka pintu seluas-luasnya bagi ulama untuk memberi masukan kepada pemerintah.
"Kalau memang [ulama] ingin memberikan masukan-masukan atau input-input bagi kebaikan provinsi, kebaikan daerah maupun kebaikan negara ini ya kami akan terima di Istana," ujar dia.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung berpendapat silaturahmi dengan ulama diperlukan sebab Jokowi ingin mendengarkan suara masyarakat tentang berbagai hal.