Guyonan itu sekaligus merespons gerakan #2019GantiPresiden yang belakangan marak dikampanyekan sebagian masyarakat. Gerakan #2019GantiPresiden dicetuskan oleh politisi PKS Mardani Ali Sera untuk mengkritik pemerintahan Jokowi.
"Yang layak memimpin ya pak Jokowi. Sosok yang mengusung pluralisme, jelas. Komitmen terhadap toleransi, antikorupsinya jelas, track record jelas, kinerja jelas. Kenapa harus ganti? Hashtag-nya #2019TetapJokowi ya," ujar Tsamara sambil tertawa usai menjadi pembicara pada diskusi dan peluncuran buku NU Penjaga NKRI di kantor PBNU, Selasa (10/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemendagri menilai gerakan itu tidak etis secara politik, jika dimaksudkan untuk kampanye. Sementara KPU dan Bawaslu tidak mempersoalkan gerakan itu dan tidak menganggapnya sebagai bagian dari mencuri start kampanye Pilpres 2019.
"Saya enggak tahu gaya apa yang ngikutin. Saya pikir pak Jokowi dari dulu seperti itu. Beliau memang sosok tegas yang penuh guyon. Dan beliau selalu ekspresif di depan relawan-relawannya. Yang ngikutin apa? Harus ditanya ke pak Fadli," tuturnya.
Jokowi berpidato dengan berapi-api dalam sebuah acara di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4). Dalam pidatonya Jokowi menyinggung sejumlah isu terutama tuduhan yang kerap dialamatkan kepada dirinya, seperti tuduhan antek asing dan aseng hingga kader PKI.
(wis/gil)