Dalam sebuah pernyataannya melalui akun media sosial Instagram-nya, aksaraindonesia, toko buku ini menyatakan akan berfokus pada lokasi awal di Kemang. Tak hanya berjualan buku, Aksara juga menghidupkan lokasi itu sebagai pusat seni dan budaya kontemporer.
[Gambas:Instagram]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Aksara, bisnis penjualan buku ritel tidak pernah mudah di Jakarta mau pun di belahan dunia lainnya. Pihaknya sudah berjuang selama 17 tahun untuk memepertahankan hal yang disebutnya sebagai "energi".
Sebelumnya, toko buku Aksara menutup satu persatu gerainya di Cilandak Town Square dan Pacific Place. Pihak toko pun mengumumkan diskon besar-besaran melalui akun media sosialnya menjelang penutupan itu.
[Gambas:Instagram]
Warganet pun bersedih atas penutupan sejumlah gerai toko Aksara.
"Aksara tuh toko buku yang koleksi fiksinya bagus-bagus, lho. sebagian besar koleksi saya, selain dari kinokuniya dan periplus, saya beli di aksara," ucap Bernard Batubara, pemilik akun Twitter @banzbara.
[Gambas:Twitter]
Lynda Ibrahim memaklumi sulitnya toko buku bertahan di Indonesia.
"Sedih lihat Aksara, jaringan toko buku independen yang organik Indonesia, harus jungkir-balik untuk bertahan," ucapnya.
[Gambas:Twitter] (arh)