"Pada saat anak tidak menemukan, mendapatkan perhatian dan kasih sayang orang tua, atau orang tua yang sibuk oleh karena tekanan ekonomi, harus meninggalkan anak-anaknya tanpa bimbingan yang cukup," tutur dia, dalam sambutan acara Family and Society Gathering bertajuk "Tetap Ceria Meraih Asa", di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang, Selasa (17/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, penegakan hukum mengedepankan asas kepentingan anak, bersifat non-diskriminatif, memperhatikan kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak, serta menghargai pendapat anak.
Kegiatan ini juga diisi dengan pemecahan rekor MURI berupa ritual membasuh kaki orang tua secara serentak. Pesertanya adalah 100 anak didik atau penghuni LPKA. Hampir semua anak dan ibu meneteskan air mata ketika prosesi ini berlangsung.
"Saya perasaannya tentu terharu, dan ada senangnya, dengan acara ini juga bisa bertemu langsung dengan ibu-ibu lain," kata seorang ibu dari anak didik LPKA Tangerang, Rita (49).
Di samping itu, anak-anak itu menampilkan berbagai pertunjukan, seperti menyanyi dan bermain alat musik. (arh)