Hal itu menanggapi pertanyaan awak media tentang partai politik yang mulai berani menyodorkan bakal calon wakil presiden untuk Joko Widodo.
Menurut Andreas, soal sosok pendamping Jokowi pada akhirnya akan diputuskan secara rasional dan objektif berdasarkan pertimbangan elektoral atau fungsional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum adanya lawan pasti Jokowi itulah yang membuat Andreas ragu Prabowo akan kembali bertarung dengan Jokowi.
"Realita yang ada semuanya spekulasi. Faktanya seperti itu," kata Andreas.
Dia mengakui PDIP membuka ruang komunikasi dengan Gerindra maupun Prabowo. Namun hal itu sebatas komunikasi yang biasa dilakukan.
"Pak Prabowo kan bukan musuhnya PDIP," katanya.
Gerindra melalui rapat koordinasi nasional (rakornas) yang berlangsung pekan lalu telah resmi mengusung Prabowo sebagai bakal capres 2019-2024.
Keputusan tersebut diambil usai mendengarkan aspirasi seluruh kader Gerindra yang hadir dalam Rakornas di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Jawa Barat. Prabowo pun menyatakan siap menerima mandat tersebut. (dal)