"Sekarang read my lips; PAN tidak mungkin mendukung Pak Jokowi," ujar Amien saat ditemui di kediamannya di Perumahan Taman Gandaria, Jakarta, Jumat (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Pak Zulhas lantas buat statement dukung Pak Jokowi sebagai capres, maka PAN insyaallah bunuh diri. Karena saya tahu di bawah sudah emoh. Jadi tolong dimengerti PAN itu partai yang punya prinsip," aku dia.
Lihat juga:Apapun Porosnya, Jagoan Demokrat Tetap AHY |
"Saya kira bunuh diri juga. Akan marah dong PDIP yang lebih gede ditinggalkan. Ada Golkar yang gede juga. Ngapain [pilih] PAN cuma 7 persen [raihan suara pemilu]?" ucapnya.
Amien tidak risau dengan turunnya elektabilitas PAN jika tak mendukung Jokowi akibat teori efek ekor jas atau coat-tail effect. Bahwa, elektabilitas partai akan ikut terkerek nama capres yang didukungnya yang memiliki elektabilitas tinggi seperti Jokowi.
"Enggak. Jadi kalau PAN dukung [capres] bukan Jokowi, memang siapa, masih misteri. Kalau ikut rombongan [pendukung Jokowi] ini, sementara hashtag [#2019GantiPresiden] sudah meruyak ke mana-mana," ujarnya.
Sementara, hasil survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada November 2017 menyebut ada penurunan signifikan raihan suara PAN dari pileg 2014 yakni, dari 7,6 persen menjadi 2 persen. (arh/pmg)