"(Pemimpin baru tahun 2019) itu keputusan masing-masing, tapi mungkin masyarakat pasti bertanya siapa capres dan cawapresnya," ujar Daniel di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/4).
Daniel menuturkan PKB tidak mempermasalahkan pernyataan SBY tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari kebijakan setiap parpol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komunikasi dengan seluruh partai berjalan baik, tapi secara serius bahas poros tiga belum. Karena memang belum ada yang ajak untuk bahas serius," ujarnya.
"Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak," kata SBY.
Lihat juga:SBY: Insya Allah Ada Pemimpin Baru 2019 |
Nama capres dan cawapres yang akan diusung itu bakal diumumkan setelah SBY melakukan safari politik ke sejumlah daerah. SBY tidak melanjutkan penjelasan soal kemungkinan nama yang akan diusung partai berlambang bintang mercy itu.
Untuk mengusung capres atau cawapres sendiri, Demokrat harus berkoalisi dengan satu atau dua partai untuk memenuhi syarat presidential treshold sebesar 20 persen kursi DPR atau 25 persen dari total suara nasional Pemilu 2014.
Cak Imin Cawapres Jokowi
Peta koalisi sejauh ini masih cukup cair. Partai seperti PKB, Demokrat, PAN belum memastikan dukungan kepada tokoh tertentu. PKB bahkan terang-terangan mengusung ketua umumnya, Muhaimin Iskandar menjadi cawapres Jokowi.
Daniel mengaku PKB tidak cemas dengan sejumlah pesaing Cak Imin di bursa cawapres Jokowi.
"Sekarang klir, jelas, tegas untuk cawapres Jokowi baru, Cak Imin. Yang lain tidak ada pernyataan," ujar Daniel.
Daniel juga menyatakan tidak khawatir jika partainya dianggap memaksa Jokowi menjadikan Cak Imin sebagai cawapres lantaran hingga saat ini partainya belum mendeklarasikan capres yang didukung di Pilpres.
PKB baru akan membahas capres usai Pilkada serentak tahun 2018. Menjelang pengumuman itu, Daniel menyebut PKB fokus mensosialisasikan pasangan Jokowi-Cak Imin ke masyarakat.
"Deklarasi atau tidak deklarasi selama belum ijab kabul sama saja. Lebih penting mana? Buat saya yang lebih penting konkret bergerak full kami mensosialisasikan Pak Jokowi," ujar Daniel. (wis/gil)