"Pengajian-pengajian disisipkan politik itu harus, kalau enggak, lucu," kata Amien.
Selain soal pengajian, Amien juga menyinggung media massa dalam ceramah yang ia sampaikan. Menurutnya saat ini media massa sudah berubah menjadi tim sorak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amien berpendapat demikian karena menganggap media massa atau media cetak saat ini terkesan membenarkan sesuatu yang salah. Misalnya saja, kata dia, soal jumlah utang Indonesia, pekerja asing, dan sebagainya.
"Untung ada media sosial, kalau tidak kita dibutakan mereka," katanya.
Amien sebelumnya sempat menuai kontroversi karena menyinggung dikotomi 'partai setan' dan 'partai Allah' dalam tausiyah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).
Pernyataan Amien tersebut dianggap tidak pada tempatnya. Amien dikritik oleh sejumlah pihak karena menyinggung urusan politik di rumah ibadah. Amien menganggap itu hal lumrah. (osc)