"Kami lebih mengedepankan operasi teritorial, itu yang dikedepankan," kata Sabrar, di kawasan Monas, Rabu (25/4).
Operasi Teritorial adalah operasi yang dijalankan oleh satuan militer dengan sasaran, waktu, tempat, dan dukungan logistik yang telah ditetapkan sebelumnya. Operasi tersebut disusun dengan perencanaan terinci untuk mencapai misi khusus atas perintah dari komando atasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Sabrar mengatakan dalam perpanjangan operasi kali ini TNI juga lebih mengedepankan pendekatan humanis. Tujuannya, menyadarkan anggota kelompok teroris Santoso agar bergabung dengan Indonesia.
Lebih lanjut, Sabrar menyampaikan perpanjangan Operasi Tinombala guna menyisir anggota kelompok teroris pimpinan Santoso yang masih terus bergerak sampai saat ini.
"Dipengaruhi lewat internet, bisa lewat media, bisa lewat saling berhubungan, itu yang perlu dijaga," kata Sabrar.
Terpisah, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola berharap masalah terorisme di Poso bisa segera tuntas.
Hal itu disampaikan dalam acara penyambutan Kapolda Sulteng baru, Brigjen Pol Ermi Widyatno yang menggantikan Brigjen Pol Ketut Argawa.
Operasi Tinombala sudah berlangsung sejak 2015 untuk mengejar anggota kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MTI) pimpinan Santoso --sudah tewas di tangan personel TNI. Diperkirakan, saat ini masih ada tujuh terduga anggota teroris yang tersisa. (arh/ugo)