"Soal utang, saat kita dilantik [sebagai Presiden pada Oktober 2014], utang itu sudah Rp2 ribu triliun, bunganya kurang lebih 250-an triliun. Dihitung saja angkanya" ujar Jokowi dalam Mata Najwa 'Eksklusif: Kartu Politik Jokowi yang ditayangkan di Trans 7, Rabu (25/4) malam.
Satu hal yang pasti, kata Jokowi, pemerintah akan menyimpan dana dari utang luar negeri itu pada bidang-bidang yang produktif dan memberikan keuntungan bagi negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip data Kementerian Keuangan, jumlah utang pemerintah akhir Februari 2018 melonjak 13,46 persen menjadi Rp4.035 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 yang masih Rp3.556 triliun.
Jokowi pun mempersilakan orang-orang yang ingin mengkritik untuk beradu argumen dengan ekonom makro yang memiliki data angka jelas, termasuk dengan Sri Mulyani.
"Silakan, silakan, saling beradu argumen dengan menteri keuangan yang juga memiliki angka-angka," ujar Jokowi.
"Semuanya memberikan kenaikan kepercayaan terhadap kita. Yang dulunya belum masuk investment grade, sekarang sudah investment grade. Saya kira kepercayaan penting itu yang harus menjadi optimisme kita bahwa pengelolaan negara kita itu baik dan hati-hati," ujar Jokowi. (asa/arh)